Dahulu kala, ada kakek tua pengelana memohon segelas air dari orang kampung leweung tiis. Namun tidak di beri. Kemudian sang kakek berkata, "dicocok sirah caina ku aing (saya sumbat mata airnya). Sejak saat itu tiada air lagi mengalir ke kampung leweung tiis sampai saat ini.


2014 kebakaran besar terjadi di atas kampung. Walau kebakaran adalah sesuatu yang rutin

di sana, namun saat itu luasnya hampir mencapai 100 ha, bahkan hampir mencapai awi larangannya (batas hutan larangan).


Mang Pepen, menyarankan perbaikan ekosistem dileweung tiis, melalui penanaman pohon. Kang Obet dkk kemudian yang memulai penanaman awal.


Bermula dari 5000 pohon kemudian menjadi ....... pohon di kurun waktu 2016 - 2022.

Luas lahan yang direforestasi sekitar 30 ha.17 ha diantaranya menjadi Hutan Talun (Agroforest).


Singkat kata, Mang Pait terpilih menjadi lurah di hutan talun ini.


Banyak pihak berkontribusi terhadap reforestasi hutan ini, sulit di sebutkan namanya satu persatu, namun mereka adalah para pencinta lingkungan, keluarga, komunitas kopi, petani lokal dan banyak lagi profesinya.


Warga leweung tiis kemudian bersaksi : sejak ada hutan talun, air mengalir lagi.

Kebakaran dapat di cegah.

Burung-burung mulai berkicau lagi





16 views0 comments

Recent Posts

See All