Profesi saya adalah pilot, atau kapten kretek, bahasa Indonesianya Kusir Delman (kereta kuda) di banjaran. Profesi yang saya tekuni belasan tahun membuat saya punya ikatan kuat dengan kuda. Bahkan pernah sy antar orang ke cibaduyut.


beberapa waktu kemudian orang yang sama naik lagi dari banjaran menuju cibaduyut, saya lupa dimana rumahnya, namun kuda saya secara otomatis mengantar kami dan berhenti di depan rumah orang itu. Kaget dan kagum juga, ternyata hewan punya ingatan lebih dari manusia. Setelah anak-anak beranjak dewasa, saya sadar bahwa saya belum punya rumah, akhirnya delman dan kudanya saya jual, untuk membangun rumah.


Setelah jadi, saya bahagia beberapa saat. Sampai sadar bahwasaya tidak punya pekerjaan. Dalam kebingungan, kang Dadang ajak saja ke Klasik Beans puntang. Kemudian bergabung di sana. Disini tidak ada yang bersaing satu sama lain, kita semua bekerja sama, saling membantu. Akibatnya pengetahuan kopinya menjadi komplit.





Awal-awal saya sering membersihkan semak-semak. Dan selalu salah. Selalu di tegur oleh Pak Eko sambil tertawa. Lama-kelamaan saya sadar bahwa ada caranya memangkas pohon sekalipun itu semak-semak, yaitu melihat waktu, juga menghitung agar tidak menyebabkan erosi.


Badan sungai yang dulu sering saya pangkas, perlahan saya konservasi, memang sebuah pengalaman panjang dan tanpa melakukan kesalahan sepertinya saya tidak akan paham apa itu pelestarian lingkungan.


Kopi yang saya rawat memang hanya sedikit. Berbekal pengalaman memangkas semak, kopinya menjadi sehat dan bebas racun kimia sintetis.


Kebayang jika saya masih jadi pilot kretek, mungkin senyum saya tidak lepas seperti sekarang

4 views0 comments

Recent Posts

See All